jejakjournalist.com, -NTT, -Duta Besar (Dubes) Thailand untuk Indonesia, Songphol Sukchan mengapresiasi perkembangan pesat pariwisata di Nusa Tenggara Timur.
Hal itu diungkapkan Songphol saat melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur
(Wagub) NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM
di ruang kerja Wagub, Rabu (3/7).
Tujuan audiensi adalah untuk bersilahturami sekaligus menjajaki kemungkinan
kerjasama antara Pemerintah Thailand
dengan Pemerintah Provinsi NTT.
Turut mendampingi, Piyachanid Suthinont
Sukchan, isteri Dubes, juga lima orang pejabat teras di Kedutaan Besar Thailand
yakni Kapten Rachada Seungthawon, Atase Angkatan Laut, Tida Sukeelap, Minister
Counsellor, Setthapol Pacharapasitkul, Sekretaris Pertama, Srikanya Noi-arun,
Sekretaris Kedua, dan Henri Setiawan, General Affairs. Dari Pemerintah Provinsi
NTT, hadir Asisten III Administrasi Umum, Kosmas D. Lana.
Songphol mengaku, baru pertama kali datang ke NTT. Namun sudah tahu banyak tentang NTT karena telah menjadi salah satu destinasi pariwisata terkemuka di Indonesia.
“Bicara tentang NTT langsung terbayang Komodo, Kopi, Rumah Tradisional Sumba, spot diving beragam yang merupakan surga di bawah laut. Juga atraksi-atraksi budaya dan adat istiadat yang menarik. Kami tentu memberikan dukungan agar pariwisata NTT terus berkembang pesat,” ungkap Songphol.
Sebagai salah satu negara destinasi pariwisata kelas dunia dengan kunjungan
wisatawan asing mencapai sekitar 38 juta pada tahun 2018, Dubes Songphol
mengungkapkan, Pemerintah Thailand membuka diri
untuk bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTT dalam upaya
pengembangan pariwisata. Melalui Thailand International Cooperation Agency
(TICA), ada beberapa pelatihan singkat dan beasiswa pendidikan bagi masyarakat dari negara lain termasuk
Indonesia khususnya NTT.
“Kami menawarkan pelatihan-pelatihan di bidang pertanian, pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Termasuk dalam bidang tourism (pariwisata). Setiap angkatan terdiri dari 10 sampai 15 orang. Kalau NTT tertarik, kita bisa membicarakan lebih lanjut lewat MoU (Memorandum of Understanding). Sebelum ada perjanjian kerjasama ini, untuk kick off (permulaan) kami bisa fasilitasi delegasi kecil dari NTT untuk belajar singkat tentang pariwisata Thailand selama lima sampai tujuh hari. Juga kami membuka diri untuk menjadi pasar bagi kopi-kopi asal NTT,” pungkas Dubes.
Wagub NTT menyambut antusias tawaran pelatihan vokasional dari Pemerintah
Tailand tersebut.Karena sesuai dengan
misi Pemerintah Provinsi lima tahun ke depan untuk mengirim banyak anak muda NTT menjalani
berbagai pelatihan di luar negeri.
“Thailand itu luar biasa dalam pengembangan pariwisata. Orang kalau datang ke sana, pasti langsung terkesan dan akan datang kembali. Ini yang mau kita pelajari. Kita pasti akan follow up (tindak lanjuti) secepatnya tawaran ini. Apalagi pariwisata menjadi leading sector (sektor terdepan) sekaligus prime mover (penggerak utama) ekonomi NTT,” jelas Wagub Nae Soi dalam kesempatan tersebut.
Pemerintah Provinsi NTT ,lanjut Wagub, juga sangat gembira dengan tawaran
kerjasama perdagangan terutama untuk komoditas kopi. Dengan berbagai penghargaan dan pengakuan
internasional atas kualitas kopi-kopi NTT, ekspor ke Thailand tentu dapat dilakukan.
“Kita pasti akan ekspor kopi ke Thailand. Potensi permintaan (kopi) tinggi, sekarang tinggal daerah penghasil kopi, apakah bisa siapkan kopi dalam jumlah banyak? Kita terus dorong dan genjot pemerintah kabupaten khususnya kita punya kepala dinas (pertanian dan perkebunan) untuk bekerja lebih keras dan menangkap peluang ini,” jelas Wagub saat ditemui usai audiensi dengan Dubes Thailand.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub NTT
memberikan cendera mata berupa kopi bubuk dan tenun khas NTT kepada Duta besar dan
rombongan. Siaran
Pers biro Humas dan Protokol Setda NTT.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar